UNAS TETAP PENTING
“ Lebih baik tanpa Unas. ” ? Saya tidak setuju. Bila kelulusan siswa diserahkan kepada guru dan kepala sekolah maka proses penentuan kelulusan itu akan menjadi subyektif dan berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. Masing-masing sekolah tentu akan memiliki standar kelulusan siswa masing-masing. Hak independen setiap sekolah dalam menentukan “nasib” siswa ini akan membuat pelaksanaan pembangunan pendidikan menjadi sulit dikontrol oleh pemerintah. Situasi ini bisa diibaratkan sebagai permainan bola tanpa pearturan dan wasit. Keberadaan Unas sangat diperlukan sebagai standar universal di Indonesia agar semua sekolah memiliki standar kelulusan yang sama.
Untuk mengetahui mutu pendidikan nasional di Indonesia, UPMP saja tidak cukup. Dengan adanya Unas yang dilakukan secara berkala pemerintah dapat mengetahui perkembangan pembangunan pendidkan setiap daerah secara pasti setiap tahunnya. Ini memudahkan pemerintah dalam pengambilan kebijakan terkait denngan pendidikan.
Unas juga membantu meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya unas siswa diajak untuk semakin berpikir kritis, banyak membaca, berdiskusi secara cerdas, serta belajar mengolah informasi secara logis, tidak sekedar menghafal, dengan didukung oleh peningkatan mutu guru, buku teks, dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Unas adalah suatu tekanan ?
Salah satu paradigma yang salah tentang Unas adalah sebuah tekanan bagi kebanyakan siswa dan guru sehingga siswa menjadi takut mengikuti unas dan akhirnya berpengaruh pada mental siswa sehingga tidak lulus. Sungguh suatu pandangan yang salah. Unas bukanlah suatu tekanan bagi guru dan siswa. Mental hanya ingin mendapatkan sesuatu secara mudah inilah yang harus diubah. Pandangan bahwa Unas membawa tekanan inilah yang harus diubah. Bukan Unas itu sendiri yang harus dihapuskan. Dengan Unas pun guru dan siswa dapat meningkatkan kinerjanya tanpa merasa tertekan dan terpaksa. Bahkan Unas dapat mendorong kemauan belajar dan keseriusan dari guru dan siswa. Hal ini terlihat dari betapa guru dan siswa giat melakukan kegiatan belajar mengajar menjelang Unas, baik jenjang SD, SMP, maupun SMA.
Akhirnya, saya mau menegaskan bahwa Unas harus tetap dijalankan sebagai salah satu program bidang pendidikan. Selanjutnya hanya perlu dilanjutkan dengan perbaikan keefektifan dan kualitas Unas. Bukan dihapuskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar