Minggu, 02 Mei 2010

Petra Parade 2010

Tanggal 22 – 25 April 2010 merupakan hari bersejarah bagi Universitas Kristen Petra. Selama empat hari itu diadakan open campus yang berbeda dari open campus sbelumnya. Jika biasanya open campus diadakan di luar UK Petra, open campus kali ini diadakan langsung di UK Petra, yang lebih dikenal dengan nama Petra Parade 2010.

Petra Parade ini mengusung tema LIGHT yang merupakan singkatan dari lima nilai UK Petra ; Love, Integrity, Growth, Humility, and Truth.

Untuk mendukung Petra Parade ini, tiga gedung utama UK Petra, yaitu gedung P, W, dan T, didekor secara profesional sehingga gedung P menjadi kapal, gedung W menjadi mercusuar, dan gedung T menjadi dermaganya. Dan untuk memperkenalkan UK Petra, khususnya setiap jurusannya, kepada para pengunjung, sekaligus memeriahkan Petra Parade, maka diadakan lebih dari 100 macam kegiatan selama empat hari Petra Parade diadakan. Setiap departemen membuat dekorasi, stan, dan beraneka ragam kegiatan untuk memperkenalkan departemen mereka kepada pengunjung, khususnya anak SMA.

Terharu, Rektor UK Petra, Bapak Rolly Intan meneteskan air mata ketika memberikan sambutan pada Closing Ceremony Petra Parade tanggal 25 April. Beliau mengatakan bahwa beliau sangat bersyukur atas penyertaan Tuhan pada UK Petra serta kerja keras dan semangat segenap sivitas akademika untuk menyukseskan Petra Parade ini. Pada akhir sambutannya, beliau mengucapkan sampai betemu lagi di Patra Parade 2011, diiringi tepuk tangan meriah dari para pengunjung.

Senin, 01 Maret 2010

Camp KTI 2009


Tiga hari dua malam (26-28/02), bertempat di wisma TALITAKUM, Batu-Malang, anak-anak Kawasan Timur Indonesia (KTI) Universitas Kristen Petra berkumpul... Bukan sekedar untuk main-main ataupun refreshing, tapi untuk mengikuti CAMP KTI...

Camp KTI adalah Camp yang ditujukan untuk mahasiswa UK Petra yang berasal dari Kawasan Timur Indonesia, dalam konteks ini adalah Papua, Ambon, Kupang dan sekitarnya, Palangkaraya dan sekitarnya, serta Toraja dan sekitarnya, khususnya untuk penerima beasiswa KTI (wajib).. Sedangkan Mahasiswa daerah tersebut non beasiswa diharapkan mengikuti camp tersebut...Selain mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut, kesempatan untuk mengikuti Camp ini juga diberikan bagi penerima beasiswa daerah Surabaya sebagai lanjutan dari pembinaan awal penerima beasiswa (Juli 2009)..

Camp ini bertema "WE ARE FAMILY". Sesuai dengan tema tersebut, tema ini bertujuan untuk menyatukan anak-anak KTI.. Mereka perlu menyadari bahwa mereka semua adalah keluarga besar yang ditempatkan oleh Tuhan untuk saling mengasihi. Bukan hanya yang sedaerah saja yang merupakan keluarga, tapi mereka semua merupakan keluarga..

Dengan kepanitiaan yang terdiri dari 22 anggota, camp ini dibuat semenarik dan senyaman mungkin.. Berbeda dengan camp-camp biasanya yang merupakan berupa "penyiksaan", camp ini bahkan menyediakan waktu idaman (istirahat dan mandi), yang dapat digunakan sesuka peserta camp.. Ada yang berenang (ada kolam renang), mengerjakan tugas, bercerita, dan bernyanyi... Peserta camp juga diperbolehkan membawa snack sesuka hati mereka.. Konsumsi waktu camp juga terjamin.. Tiga kali makan dan dua kali snack.. Tidak ada teriakan-teriakan panitia ataupun amukan-amukan panitia yang menjengkelkan... Semua panitia memperlakukan peserta layaknya keluarga...

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan selama camp ; sesi Firman, sesi materi, diskusi KTI, saat teduh, malam keakraban, idaman, outdoor, dan talent show... Sesi Firman diadakan sebagai pembuka dan penutupan camp. Sesi materi berisi materi-materi terkait dengan tema "WE ARE FAMILY".. Kedua sesi ini dipimpin oleh pembicara-pembicara dari UK Petra ; Pdt. Ignatius B. Seta, Pak Anthon Katoba, dan Pak Hani. Diskusi realita KTI terdiri dari dua sesi. yang opertama dipimpn oleh Fredy Matulesi dari Ambon selaku ketua Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur di Petra (IMITRA). Sesi ini berisi tentang diskusi program-program yang telah dan akan dilakukan oleh IMITRA. Sesi kedua dipimpin oleh Pak Jones (Wakil Rektor Kemahasiswaan UK Petra). Melalui sesi ini, beliau menjelaskan fakta-fakta tentang keadaan mahasiswa KTI di Petra. Berikutnya, sesi saat teduh atau yang dikenal dengan SaTe.. Panitia dan peserta harus bangun tidur pukul 04.30 pagi untuk melakukan pendalaman Firman secara berkelompok. masing-masing kelompok dipimpin oleh salah satu panitia. Sesi idaman, seperti dijelaskan sebelumnya adalah waktu istirahat dan mandi, dan setiap orang bisa melakukan apapun sesuka hatinya. Talent show diadakan pada hari kedua. Peserta dibagi menjadi 6 kelompok dan diberi tema berbeda untuk talent show. Segera setelah talent show selesai, langsung diadakan sesi malam keakraban. Peserta dibagi dalam dua baris dengan mata ditutupi slayer. dengan saling berpegangan pundak, mereka diarahkan oleh panitia menuju tempat api unggun. Selama perjalanan itu peserta sedikit "dipermainkan". Mereka disuruh menunduk walaupun tidak ada pohon, melompat walaupun tidak ada lubang, disiram air, dan dibawa berkeliling sebelum dibawa ke tempat api unggun. Masih dalam keadaan mata tertutup, peserta bernyanyi lagu "Satukan Kami" sambil berpegangan tangan... Tony Indra Jaya, mahasiswa dari Palangkaraya, selaku ketua camp, pada waktu malam keakraban mengaku bahwa dia sangat berharap para pesrta dan panitia camp dapat memiliki rasa kekeluargaan, tidak hanya pada saat camp, tapi juga terus selamanya.. Bahkan, jika hanya satu peseta yang memiliki rasa itu, dia percaya pekerjaan Tuhan akan terus berlanjut untuk semua anak KTI... Sesi outdoor dilakukian pada hari ketiga.. Peserta dibagi dalam empat kelompok dan saling berhadapan dalam enam pos game selama 4 jam.. Setelah semua pos dilewati, semua peserta dan panitia bersama-sama terjun ke kolam renang dan bersenang-senanga untuk yang terakhir kali... Semua kembali berkumpul di aula segera setelah membersihkan badan.. Sebelum kembali ke Surabaya, diadakan acara-acara "ringan", yaitu pembacaan surat cinta, pengumuman tim outdoor terbaik, keplek terbaik, dan peserta terbaik, serta panitia terfavorit...

Semuanya pulang dalam keadaan capek tapi sangat menikmati camp ini... Bahkan, ada beberapa peserta yang sudah bertekad menjadi panitia Camp KTI berikutnya....

Camp KTI telah selesai, tetapi biarlah kekeluargaan di antara mereka tetap terjaga... Tetap semangat untuk Camp berikutnya... CAMP KTI 2009 : "WE ARE FAMILY"

Rabu, 24 Februari 2010

UKM Paduan Suara Universitas Kristen Petra Periode 2009/2010




SHINE !!!!!!!!!!! itulah tema Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Universitas Kristen Petra periode 2009/2010... Salah satu UKM hasil kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini memulai kegiatannya sejak bulan Agustus tahun 2009 dan hingga saat ini (25/02), mereka telah berlatih 3 lagu. Diketuai oleh Shelia, anggota Paduan Suara Universitas, mereka telah melakukan beberapa kegiatan pelayanan; charity ke panti asuhan Lidia, menyanyi di upacara peringatan hari nasional, dan mengisi pujian di kebaktian universitas. Anak-anak UKM juga terlibat dalam konser Drama Musikal "Joseph and the Amazing Technicolor Dreamcoat" bersama Paduan Suara Universitas, Petra Chorus, Petra Chorale, dan badan Apresiasi dan Pengembangan Musik Gerejawi (APMG) Universitas Kristen Petra. Pelayanan-pelayanan tersebut tentu saja tidak terlepas dari visi mereka yang pada intinya menggunakan suara mereka untuk kemuliaan Tuhan.

Kegiatan rutin dari anak-anak UKM Paduan Suara ini adalah latihan fellowship dan latihan setiap hari Jumat. Mereka dilatih oleh kakak-kakak dari Petra Chorale. Mereka dibagi sesuai jenis suara di ruangan yang berbeda-beda. Jenis suara sopran dan alto bersama K'Lia, sedangkan tenor dan bass berturut-turut dilatih oleh K'Gandha dan K'Oni.. Selain latihan rutin tersebut, mereka, masing-masing kelompok suara, sopran 1-2, alto 1-2, tenor 1-2, dan bass 1-2, didampingi oleh mentor dari paduan suara universitas. Kakak-kakak mentor tersebut bertugas membantu mereka dalam berlatih lagu dan memantapkan teknik benyanyi mereka. Latihan bersama kakak mentor sangat fleksibel dalam hal waktu. Jadi, mereka sendiri yang membuat perjanjian kapan dan dimana mereka akan berlatih. Christo, salah satu anggota basa dua mengaku berlatih bersama mentornya, K'Richard, (hampir) setiap hari Sabtu. semua persiapan di atas (fellowship dan latihan) bertujjuan agar mereka benar-benar mau menampilkan yang terbaik bukan untuk menunjukkan kehebatan mereka, tetapi sekali lagi, unutk memuliakan Tuhan.

Untuk menjadi anggota UKM Paduan Suara, mereka melalui proses seleksi yang cukup ketat. Pertama, mereka diperkenalkan tentang UKM Paduan Suara saat open house untuk mahasiswa baru dan sekalian melakukan pendaftaran. Setelah itu, mereka akan dihubungi untuk mengikuti audisi, yang terdiri dari dua sesi, yaitu wawancara dan tes suara. Wawancara dilakukan oleh kakak-kakak pengurus dan anggota Paduan Suara Universitas. Calon anggota UKM ditanyai beberapa pertanyaan seputar motivasi, pengalaman, dan prioritas hidup mereka. Audisi kedua adalah tes suara. Satu persatu akan masuk ke ruangan ujian untuk menjalani empat sub-tes kedua ini, yaitu jangkauan nada, hearing, membaca not, dan bernyanyi. pengumuman kelulusan akan diberitahu beberapa hari kemudian.

Di pertengahan periode ini, mereka akan melakukan beberapa pelayanan dalam waktu dekat, antara lain mengisi pujian di Gebyar Seni Budaya (GSB) dan Petra Choir Festival. Akhirnya, terus semangat dalam melayani Tuhan. SHINE !!!

Rabu, 09 Desember 2009

movie resume _the insider_

The Insider adalah film yang mengangkat kisah nyata usaha pengungkapan kebenaran dalam dunia jurnalstik. Jeffry Wigand (Russel Crowe), seorang ilmuwan salah satu perusahaan rokok terkemuka Brown and Williamson (B & W) dipecat hanya dengan alasan kemampuan komunikasi yang buruk. Di lain pihak, Lowell Bregman, seorang produser TV Show “60 Minutes” di CBS menerima kiriman paket yang aneh berisi dokumen-dokumen penelitian perusahaan rokok. Melalui hal inilah Bregman dan Wigand mulai berkenalan. Wigand yang adalah seorang ilmuwan membantu Bregman yang tidak bisa menerjemahkan dokumen tersebut. Seiring waktu berjalan, mereka menyadari kebohongan perusahaan rokok yang bersumpah bahwa tidak ada zat adiktif berbahaya yang terkandung dalam rokok dan Wigand adalah satu-satunya orang yang bisa membuktikan kebenaran itu untuk menyelamatkan kesehatan seluruh masyarakat. Bregman berusaha membujuk Wigand agar diwawancara untuk mengungkap kebohongan tersebut, walaupun Wigand telah menandatangani perjanjian kerahasiaan dengan perusahaan B & W.
Menyadari keberadaan Wigand yang menjadi musuh, perusahaan rokok mulai menyerang Wigand dan keluarganya melalui teror-teror, seperti e-mail pembunuhan, peluru di dalam kotak pos, dan pengintaian di rumah baru mereka. Hal ini membuat Wigand sekeluarga berada dalam depresi yang luar biasa. Dalam situasi seperti ini akhirnya Wigand memutuskan untuk diwawancarai. Hal ini tentu merupakan kelegaan bagi Bregman. Namun kelegaan ini tidak berlangsung lama. Konflik internal yang terjadi di dalam CBS menyebabkan hasil wawancara Wigand diedit sehngga tidak sedikitpun mengungkapkan kebenaran. Menonton tayangan tersebut, Wigand dan Bregman menjadi sangat kecewa. Wigand merasa bahwa semua usaha yang telah dilakukannya hanyalah sia-sia, apalagi ia ditinggal oleh isteri dan anaknya.
Untungnya, di tengah keputusasaan Wigand, Bregman tetap berjuang walaupun dia dipaksa “mengambil cuti” dan tinggal di daerah yang jauh. Akhirnya, usaha mereka mencapai keberhasilan. Hasil wawancara itu dipublikasikan secara utuh menyuarakan kebenaran. Hasilnya, perusahaan rokok harus membayar kerugian sebesar $ 246.000.000.000.000. Wigand meraih penghargaan sebagai the Sallie Mae First Class Teacher of the Year dan Bregman bekerja untuk PBS dan menjadi pengajar di Graduate School of Journalism – Universitas California.

Minggu, 06 Desember 2009

pergeseran budaya

( Selamat tinggal ) Alkitab Cetak

Budaya telah berkembang mulai dari munculnya manusia, evolusi manusia, hingga saat ini. Kemampuan berpikir manusia yang terus berkembang akhirnya mengakibatkan pergeseran tren dan tentu saja pergeseran budaya. Pergeseran budaya yang terjadi menyerang seluruh aspek kehidupan manusia; ekonomi, politik, pendidkan, bahkan agama. Salah satu pergeseran yang tampak nyata dalam kehidupan prang Kristen adalah beralihnya penggunaan Alkitab cetak ke Alkitab elektronik.
Alkitab elektronik yang paling fenomenal adalah dalam bentuk aplikasi dalam handphone. Penggunaan aplikasi Alkitab ini tidak hanya terjadi di kota besar saja, tetapi sudah terjadi di kota-kota kecil di jemaat yang besar ataupun jemaat yang kecil. Dengan adanya aplikasi Alkitab di Hp ini, seseorang tidak perlu lagi membawa Alkitab cetak yang secara fisik memang lebih besar dan berat. Praktis, bisa disebut seperti itu. Apalagi, aplikasi alkitab ini mudah sekali didapat dan dengan harga yang lebih murah dari Alkitab cetak. Aplikasi Alkitab memungkinkan penggunanya untuk mencari ayat Alkitab hanya dengan memasukkan kata kunci. Untuk membuka ayat yang sudah menjadi tujuan pengguna juga sangat mudah. Cukup memasukkan nama kitab, pasal, dan ayat tanpa perlu mencari secara keseluruhan. Berbeda dengan Alkitab cetak yang memaksa penggunanya untuk mencari menggunakan penanda halaman (bagi yang ada). Apabila Alkitab cetak tersebut tidak memilki penanda halaman maka ayat tujuan harus dicari halaman demi halaman yang tentu saja menghabiskan waktu. Satu lagi kelebihan dari Alkitab elektronik adalah membuat penggunanya merasa lebih modern karena ini berhubungan dengan teknologi.
Sebenarnya penggunaan Alkitab elektronik ini sah-sah saja jika sebatas penggunaan dalam konteks waktu san suasana yang tiba-tiba atau tergesa-gesa saja karena penggunaan Alkitab elektronik dala semua konteks waktu dan suasana sebenarnya menimbulkan dampak-dampak negative juga. Dalam setipa kebaktian orang Kristen Protestan delalu ada peraturan agar jemaat menonaktifkan HP atau minimal di-silent dengan tujuan ubntuk menjaga ketenangan selama kebaktian berlangsung. Namun, jemaat akan dengan leluasa menggunakan HP dengan alasan membaca alkitab. Tidak ada jaminan bahwa jemaat itu tidak akan membuka feature lain, apalagi di hari minggu sering ada sms ucapan “ selamat hari Minggu” bagi orang Kristen. Hal ini tentu saja mengganggu jemaat lain dan merusak suasana ibadah. Penggunaan alkitab elektronik seperti ini lama-kelamaan akan menimbulkan perbedaan, bahkan jarak, dengan pengguna alkitab cetak dengan anggapan bahwa alkitab elektronik memiliki prestise lebih tinggi. Situasi ini memiliki potensi kesenjangan sosial yang sangat tinggi. Semakin maraknya penggunaan alkitab elektronik juga menjadi penanda bahwa gaya hidup serba cepat (instan) sudah semakin menguasai gaya hidup orang Indonesia.

Manusia Vs Teknologi
Siapa mengendalikan siapa ? Apakah manusia yang mengendalikan teknologi ataukah sebaliknya, teknologi yang engendalikan manusia ? secara logika kita akan menjawab manusialah yang mengendalikan teknologi karena teknologi adalah ciptaan manusia. Namun, bila kita memperhatikan realita kehidupan ini, bisa jadi kita ragu-ragu menjawabnya. Sadar atau tidak, kehidupan manusia sekarang banyak diwarnai dengan ketergantungan terhadap teknologi, contohnya handphone, internet, mesin cuci, dan lainnya.
Kebutuhan manusia akan handphone sudah melebihi kebutuhan pokok. Yang penting punya handphone, tidak peduli walaupun tidak membeli buku pelajaran. Yang penting mengisi pulsa daripada makan siang. Bahkan, kalau bisa harus memiliki tiga buah handphone sekaligus walaupun tidak digunakan. Sama halnya dengan internet. Banyak yang mengorbankan kesehatannya (tidak makan dan beristirahat) hanya untuk duduk di depan komputer mencari informasi tidak penting dan bermain game online, bahkan hal ini terjadi pada anak-anak. Pokoknya, di handphone harus ada feature web dan bila memungkinkan di rumah harus ada koneksi internet.
Hal tersebut merupakan tanda-tanda bahwa manuisa mulai dikendalikan oleh teknologi. Tawarn-tawaran “menggiurkan” dari perkembangan teknologi membuat manusia menggantungkan hidup sepenuhnya pada teknologi. Sebagai contoh, dengan adanya kemajuan teknologi medis, kesehatan menjadi tidak terlalu diperhatikan. Sebagai manusia, kitalah yang mengadakan teknologi. Karena itu, kita harus mampu membatasi dan berhati-hati dalam menggunakan teknologi. Teknologi ada untuk membantu manusia menjalankan kehidupannya. Bukan untuk menjadi Tuhan yang mengendalikan kehidupan menusia. Karena itu, gunakanlah teknologi secara tepat guna.

Memperhatikan hal-hal di atas, marilah kita berhati-hati dalam menggunakan alkitab elektronik, dan teknologi pada umumnya. Segala sesuatu akan mengalami perubahan. Yang tetap hanyalah perubahan itu sendiri, termasuk kebudayaan dan teknologi. Karena itu, kita harus siap menghadapi perubahan dalam hidup. Ingat, manusialah yang harus mengendalikan teknologi bukan manusia yang dikuasai teknologi !

UNAS tetap penting

UNAS TETAP PENTING

“ Lebih baik tanpa Unas. ” ? Saya tidak setuju. Bila kelulusan siswa diserahkan kepada guru dan kepala sekolah maka proses penentuan kelulusan itu akan menjadi subyektif dan berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. Masing-masing sekolah tentu akan memiliki standar kelulusan siswa masing-masing. Hak independen setiap sekolah dalam menentukan “nasib” siswa ini akan membuat pelaksanaan pembangunan pendidikan menjadi sulit dikontrol oleh pemerintah. Situasi ini bisa diibaratkan sebagai permainan bola tanpa pearturan dan wasit. Keberadaan Unas sangat diperlukan sebagai standar universal di Indonesia agar semua sekolah memiliki standar kelulusan yang sama.
Untuk mengetahui mutu pendidikan nasional di Indonesia, UPMP saja tidak cukup. Dengan adanya Unas yang dilakukan secara berkala pemerintah dapat mengetahui perkembangan pembangunan pendidkan setiap daerah secara pasti setiap tahunnya. Ini memudahkan pemerintah dalam pengambilan kebijakan terkait denngan pendidikan.
Unas juga membantu meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya unas siswa diajak untuk semakin berpikir kritis, banyak membaca, berdiskusi secara cerdas, serta belajar mengolah informasi secara logis, tidak sekedar menghafal, dengan didukung oleh peningkatan mutu guru, buku teks, dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Unas adalah suatu tekanan ?
Salah satu paradigma yang salah tentang Unas adalah sebuah tekanan bagi kebanyakan siswa dan guru sehingga siswa menjadi takut mengikuti unas dan akhirnya berpengaruh pada mental siswa sehingga tidak lulus. Sungguh suatu pandangan yang salah. Unas bukanlah suatu tekanan bagi guru dan siswa. Mental hanya ingin mendapatkan sesuatu secara mudah inilah yang harus diubah. Pandangan bahwa Unas membawa tekanan inilah yang harus diubah. Bukan Unas itu sendiri yang harus dihapuskan. Dengan Unas pun guru dan siswa dapat meningkatkan kinerjanya tanpa merasa tertekan dan terpaksa. Bahkan Unas dapat mendorong kemauan belajar dan keseriusan dari guru dan siswa. Hal ini terlihat dari betapa guru dan siswa giat melakukan kegiatan belajar mengajar menjelang Unas, baik jenjang SD, SMP, maupun SMA.

Akhirnya, saya mau menegaskan bahwa Unas harus tetap dijalankan sebagai salah satu program bidang pendidikan. Selanjutnya hanya perlu dilanjutkan dengan perbaikan keefektifan dan kualitas Unas. Bukan dihapuskan.